Tata Tertib


 

KEPUTUSAN KEPALA SMA NEGERI UNGGULAN

MOHAMMAD HUSNI THAMRIN JAKARTA

NOMOR : 002.b TAHUN 2014

  

TENTANG

 

TATA TERTIB BAGI PESERTA DIDIK

SMA NEGERI UNGGULAN MOHAMMAD HUSNI THAMRIN JAKARTA

  

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA SMA NEGERI UNGGULAN MOHAMMAD HUSNI THAMRIN

  

Menimbang      : Bahwa dalam rangka mengatur keselarasan dan keserasian kehidupan sosial

                          di lingkungan Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan Mohammad Husni

                          Thamrin, perlu menetapkan Tata Tertib Satuan Pendidikan dengan keputusan

                          Kepala Sekolah.

 

Mengingat        : 

1.   Undang Undang RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional;

2.   Undang Undang RI No.14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen;

3.   Peraturan   Pemerintah   No.  19   tahun   2005   tentang   Standar   Nasional Pendidikan;

4.   Keputusan   Menteri   Pendidikan   Republik  Indonesia Nomor 125/N/2002 tentang Kalender Pendidikan dan Jumlah Jam Belajar di Sekolah;

5.   Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 34 tahun   2006   tentang   Pembinaan   Prestasi   Peserta   Didik yang memiliki Potensi Kecerdasan dan/atau bakat istimewa;   

6.   Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 39 tahun 2008 tentang Pembinaan Kesiswaan;                               

7.   Peraturan   Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor  8 tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan;

 

Memperhatikan :  Hasil  Workshop  Dewan  guru  SMA  Negeri  Unggulan  Mohammad Husni Thamrin Tanggal 7 dan 8 Juli 2013.

 

MEMUTUSKAN

 

Menetapkan     :           KEPUTUSAN    KEPALA    SEKOLAH    MENENGAH   ATAS   NEGERI UNGGULAN MOHAMMAD HUSNI THAMRIN JAKARTA TENTANG   TATA TERTIB PESERTA DIDIK

 

Pasal 1

(1)  Tata tertib peserta didik pada Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.

(2)  Tata tertib sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tercantum dalam Lampiran keputusan Kepala Sekolah.

 

Pasal 2

Keputusan Kepala Sekolah ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

  

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 17 Juli 2014

Kepala SMA Negeri Unggulan

Mohammad Husni Thamrin Jakarta,

  

 

 

 

HJ. Wieke Salehani, M.Pd

NIP.195512051979032002

  

Lampiran

Keputusan Kepala SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin

Nomor             : 002.b

Tanggal            : 17 Juli 2014

  

 

TATA TERTIB PESERTA DIDIK

SMA NEGERI UNGGULAN MOHAMAD HUSNI THAMRIN JAKARTA

  

BAB I

KETENTUAN UMUM

 

  1. SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin Jakarta adalah sekolah negeri dengan konsep asrama (boarding school). Asrama dan sekolah merupakan satu kesatuan dengan program kegiatan sekolah secara keseluruhan serta merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan dan aktivitas peserta didik.
  2. Tata Tertib satuan pendidikan adalah rambu-rambu bagi peserta didik dalam bersikap dan bertingkah laku, berucap, bertindak, dan melaksanakan kegiatan sehari-hari di satuan pendidikan dalam rangka menciptakan iklim dan kultur yang dapat menunjang kegiatan pembelajaran yang efektif.
  3. Peserta didik adalah segenap peserta didik yang secara resmi terdaftar sebagai peserta didik di Sekolah Menengah Atas Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin.
  4. Tata Tertib ini dibuat berdasarkan nilai-nilai yang dianut sekolah dan masyarakat sekitar yang mendukung kegiatan belajar mengajar yang efektif.
  5. Setiap peserta didik wajib malaksanakan ketentuan yang tercantum dalam tata tertib ini secara konsekuen dan penuh kesadaran.

 

BAB II

AZAS

 

  1. Sebagai warga negara yang baik berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Negara Republik Indonesia 1945, patuh pada peraturan dan tata tertib sekolah, hormat pada orang tua, guru, dan karyawan.
  2. Memiliki rasa solidaritas, loyalitas, dan integritas terhadap SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin Jakarta.
  3. Menjaga nama baik SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin Jakarta.
  4. Mengerjakan dan melaksanakan semua hak dan kewajiban sebagai peserta didik SMA Negeri Unggulan Mohammad Husni Thamrin Jakarta dengan penuh tanggung jawab.

 

BAB III

KEHADIRAN DAN KETIDAKHADIRAN

 

Pasal 1

Kehadiran di sekolah

 

  1. Kegiatan belajar mengajar dimulai pukul 07.00 WIB dan diakhiri pukul 15.00 atau 15.45 WIB.
  2. Peserta didik wajib hadir di sekolah selambat-lambatnya pukul 06.45 WIB untuk melakukan kegiatan peningkatan IMTAQ.
  3. Selama peserta didik di lingkungan sekolah wajib mengikuti seluruh proses pembelajaran.
  4. Selama pembelajaran berlangsung dan atau saat pergantian jam pelajaran, peserta didik tertib dan tidak menimbulkan kegaduhan saat perpindahan kelas.
  5. Waktu pergantian jam pelajaran, peserta didik disediakan waktu selama 5 menit untuk melakukan perpindahan kelas.
  6. Peserta didik yang terlambat hadir di kelas :
  7. Terlambat lebih dari 10 menit tidak diperkenankan mengikuti tatap muka pembelajaran jam pertama dan kedua (mendapat tugas dari guru yang bersangkutan yang ditempatkan di perpustakaan)
  8. Terlambat lebih dari 2 kali dalam waktu 1 minggu, maka orang tua yang bersangkutan akan dipanggil (semua dokumentasi dicatat di jurnal piket/kelas)
    1. Peserta didik dilarang keluar dan masuk kelas pada saat KBM berlangsung kecuali seizin guru.
    2. Pada jam istirahat peserta didik diharuskan berada di luar kelas (Guru piket bertanggung jawab terhadap aturan)
    3. Jika guru berhalangan hadir, pengurus kelas atau piket wajib lapor kepada guru piket (guru piket agar memasuki kelas kosong untuk pendampingan)
    4. Peserta didik yang akan meninggalkan kelas/sekolah pada waktu KBM diwajibkan meminta izin kepada guru yang mengajar dan melaporkan kepada guru piket.

 

Pasal 2

Ketidakhadiran di sekolah

 

  1. Peserta didik tidak hadir di kelas lebih dari 2 (dua) hari berturut-turut maka harus membawa surat keterangan dokter bagi yang sakit dan surat keterangan orang tua/wali peserta didik karena suatu keperluan.
  2. Jika dalam 1 (satu) minggu peserta didik tidak hadir lebih dari 1 (satu) hari, maka orang tua/wali peserta didik diundang untuk hadir di sekolah.
  3. Jika peserta didik tidak dapat menunjukkan surat keterangan dokter atau surat keterangan orang tua/wali atau tidak menghadirkan orang tua/wali maka peserta didik tidak diperbolehkan mengikuti pembelajaran selama orang tua belum ke sekolah

 

Pasal 3

Kehadiran di asrama

 

  1. Asrama dibuka untuk peserta didik mulai pukul 15.45 s.d. 07.00 dan ditutup pukul 07.00 s.d. 15.00 (selama KBM di sekolah) kecuali saat istirahat kedua untuk makan siang (pukul 11.45 s.d. 12.45) dengan akses terbatas, yaitu ruang makan dan dapur asrama.
  2. Peserta didik hadir di asrama dan mengisi daftar hadir selambat-lambatnya pukul 17.00 setiap hari Senin s.d Sabtu selesai Kegiatan Belajar Mengajar di kelas.
  3. Pada jadwal pulang/libur, peserta didik hadir di asrama dan mengisi daftar hadir selambat-lambatnya Minggu pukul 22.00 dan jika peserta didik belum hadir pada pukul 22.00 siswa yang bersangkutan mendapat sanksi dari sekolah. Asrama dibuka pukul 19.00. dan sekolah tidak menyediakan makan malam
  4. Setiap kegiatan yang dilaksanakan pada jam asrama, seperti kegiatan ibadah berjamaah, tutorial, dan lain sebagainya, peserta didik wajib hadir 10 menit sebelum kegiatan tersebut dimulai.

  

 

BAB IV

PAKAIAN

 

Pasal 1

Pakaian Seragam Sekolah

 

Peserta didik wajib mengenakan pakaian dengan ketentuan yang berlaku

  1. Umum
    1. Sopan dan rapi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
    2. Baju dan bawahan sesuai ketentuan yang berlaku.
    3. Memakai badge OSIS.
    4. Topi sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
    5. Kaos kaki panjang warna putih, sepatu warna hitam
    6. Ikat pinggang sesuai ketentuan yang berlaku.
    7. Khusus laki-Laki
      1. Baju dimasukkan ke dalam celana, kecuali baju koko dan batik.
      2. Panjang dan model celana  sesuai dengan ketentuan dan tidak menutupi sepatu.
      3. Celana dan lengan baju tidak digulung.
      4. Bagian belakang sepatu tidak diinjak.
      5. Khusus Perempuan
        1. Baju dimasukkan ke dalam rok, kecuali busana muslimah
        2. Panjang rok sesuai ketentuan.
        3. Bagi yang berjilbab baju lengan panjang, rok panjang berempel sampai mata kaki dan jilbab warna putih.
        4. Lengan baju tidak digulung.
          1. Bagian belakang sepatu tidak diinjak.

 

Pasal 2

Pakaian Seragam Harian 

  1. Hari Senin, baju putih celana/rok putih dan berdasi
  2. Hari Selasa, baju putih celana/rok abu-abu, berdasi dan menggunakan jas
  3. Hari Rabu, baju seragam pramuka lengkap
  4. Hari Kamis, baju batik celana/rok putih.
  5. Hari Jum’at, baju koko/kurung celana/rok putih dan berkerudung bagi muslimah
  6. Hari Sabtu, pakaian bebas, baju/kaos berkerah, sopan, rapi, dan tidak ketat
  7. Hari Minggu/libur dan jam asrama, pakaian bebas, sopan, rapi, dan tidak ketat

 

Pasal 3

Pakaian Seragam Khusus

 

  1. Pada pembelajaran olah raga peserta didik wajib memakai seragam olah raga sekolah.
  2. Pada pembelajaran praktik yang menggunakan laboratorium memakai jas praktik.
  3. Pada kegiatan keagamaan/peribadatan:
    1. Bagi peserta didik muslim putra mengenakan busana muslim: baju koko/kemeja lengan panjang, celana panjang/sarung dan berpeci hitam/putih. Bagi peserta didik muslim putri mengenakan busana muslimah yang menutup aurat dan dianjurkan memakai jilbab, tetapi pada saat sholat berjamaah di masjid wajib mengenakan mukena.
    2. Kebaktian dan peribadatan bagi non-muslim: pakaian bebas, baju/kaos berkerah, sopan, rapi dan laki-laki memakai celana panjang dan/atau disesuaikan dengan aturan agama dan kepercayaan yang dianutnya.

  

  1. Pada kegiatan lainnya dalam jam asrama:
    1. Peserta didik putra mengenakan baju/kemeja/kaos berkerah lengan panjang/pendek dan celana panjang (tidak diperbolehkan mengenakan pakaian training atau pakaian tidur).
    2. Peserta didik putri mengenakan baju/kemeja/kaos berkerah lengan panjang/pendek dan celana panjang/rok di bawah lutut (tidak diperbolehkan mengenakan pakaian training, pakaian tidur, ketat, tipis atau tembus pandang).
    3. Pakaian pada saat tidur adalah pakaian tidur/piyama atau pakaian bebas dan tidak diperbolehkan telanjang dada bagi peserta didik putra dan hanya mengenakan pakaian dalam bagi peserta didik putri.
    4. Pada saat kegiatan apel makan di ruang makan:
      1. Apel Makan Pagi: Pakaian seragam sesuai dengan ketentuan pada pasal 4.
      2. Apel Makan Malam: Pakaian bebas, rapi dan sopan.
    5. Pada saat keluar lingkungan sekolah:
      1. Peserta didik putra mengenakan baju/kemeja/kaos bebas dan celana panjang/celana pendek di bawah lutut.
      2. Peserta didik putri mengenakan baju/kemeja/kaos bebas yang sopan dan celana panjang/rok di bawah lutut dan tidak diperbolehkan mengenakan pakaian ketat, transparan, berbelah dada, celana pendek/rok di atas lutut dan menggunakan make up serta perhiasan secara berlebihan.
    6. Jika ada kegiatan sekolah (di luar jam KBM) peserta didik diharuskan menggunakan pakaian rapi dan tidak menggunakan sandal jepit

 

Pasal 4

Rambut, Kuku, Tato, dan Tata Rias

 

  1. Peserta didik Laki-Laki
    1. Rambut tidak melebihi krah baju
    2. Rambut tidak berkuncir
    3. Rambut tidak dicat/diwarnai
    4. Tidak bertato baik yang tampak maupun tertutup pakaian
    5. Tidak memakai kalung, anting, gelang, dan tindik
    6. Peserta didik Perempuan
      1. Rambut tidak dicat/diwarnai
      2. Alis tidak dicukur
      3. Wajah tidak ber-make up
      4. Aksesoris yang digunakan tidak berlebihan
      5. Tidak boleh memakai kutek atau cat kuku

 

Pasal 5

Program 9 K

 

Setiap peserta didik melaksanakan program 9 K terdiri dari:

  1. Keamanan
  2. Kebersihan
  3. Ketertiban
  4. Keindahan
  5. Kekeluargaan
  6. Kerindangan
  7. Kesehatan
  8. Keterbukaan
  9. Keteladanan

  

Pasal 6

Sopan Santun Pergaulan

 

Dalam pergaulan sehari-hari setiap peserta didik hendaknya:

  1. Mengucapkan salam terhadap teman, kepala sekolah, guru, dan pegawai sekolah apabila  bertemu atau akan berpisah.
  2. Menghormati sesama peserta didik, menghargai perbedaan agama yang dianut, dan latar belakang budaya yang dimiliki baik di sekolah maupun di luar sekolah.
  3. Menyampaikan pendapat secara sopan tanpa menyinggung perasaan orang lain.
  4. Membiasakan diri mengucapkan terima kasih jika memperoleh bantuan atau jasa dari orang lain.
  5. Berani mengakui kesalahan yang telah dilakukan dan meminta maaf apabila  berbuat salah kepada orang lain.
  6. Bertutur kata secara santun dan bermartabat.

 

Pasal 7

Upacara Bendera dan Peringatan Hari-hari Besar Nasional dan Keagamaan

 

  1. Upacara Bendera di sekolah dilaksanakan sebulan 2 (dua) kali.
  2. Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara bendera dengan pakaian seragam yang telah ditentukan.
  3. Setiap peserta didik wajib mengikuti upacara peringatan Hari-Hari Besar Nasional dan Keagamaan.

 

BAB V

KEASRAMAAN

 

Pasal 1

Kamar Asrama

 

  1. Peserta didik menempati kamar asrama yang telah ditentukan dan tidak diperbolehkan pindah ke kamar lain tanpa seizin Kepala/Pembina Asrama.
  2. Peserta didik bertanggung jawab atas kamar dan barang-barang pribadi masing-masing dalam hal kebersihan, keamanan, kerapian, kenyamanan dan ketertiban.
  3. Peserta didik harus menghidupkan dan mematikan lampu, AC dan peralatan listrik lainnya sesuai kebutuhan.
  4. Peserta didik harus menutup kran air, pintu, jendela dan mengunci lemari pada saat meninggalkan kamar, terutama pada saat pulang liburan dan ketika hendak tidur.
  5. Peserta didik harus mengumpulkan kunci kamarnya masing-masing pada saat sebelum KBM dimulai dan pulang liburan.
  6. Peserta didik harus mengetuk pintu, mengucapkan salam dan mendapatkan izin sebelum masuk ruang atau kamar orang lain.
  7. Peserta didik harus tidur di kamarnya masing-masing.
  8. Peserta didik menghentikan seluruh aktivitas dan mulai tidur selambat-lambatnya pukul 23.00 serta bangun tidur selambat-lambatnya 10 menit sebelum adzan Shubuh berkumandang.
  9. Peserta didik mengunci pintu kamar pada saat tidur dan meletakkan kunci kamar di tempat yang telah disediakan
  10. Apabila terdapat peserta didik yang sakit, maka teman sekamarnya harus melapor kepada Kepala/Pembina Asrama.
  11. Peserta didik yang tidak dapat masuk sekolah karena sakit tidak diperbolehkan berada di kamar asrama, tetapi dirawat di ruang UKS yang diantarkan oleh Pembina Asrama.

 

Pasal 2

Ruang Makan Asrama

 

  1. Peserta didik wajib mengikuti apel makan pagi dan malam secara bersama-sama di ruang makan dan menempati kursi/meja sesuai dengan namanya masing-masing.
  2. Waktu pelaksanaan apel makan adalah hanya:
    1. Apel Makan Pagi pukul 06.20 s.d. 06.45 kecuali setelah olahraga pagi.
    2. Apel Makan Malam pukul 18.30 s.d. 19.00 (setelah Sholat Maghrib).
    3. Makan Siang pada hari Minggu/libur pukul 12.30 s.d. 13.00 (setelah Sholat Zuhur).
    4. Peserta didik wajib mengambil makanan dan minuman sesuai ketentuan/kebutuhan dengan tertib dan harus menghabiskan porsi yang telah diambilnya.
    5. Peserta didik tidak diperbolehkan menyantap makanan sebelum apel makan/doa dimulai.
    6. Peserta didik tidak diperbolehkan membawa makanan dari ruang makan dan menyantapnya di dalam kamar.
    7. Peserta didik harus membawa piring, gelas, sendok dan garpu kotor ke dapur setiap selesai makan.
    8. Selama pelaksanaan apel makan di ruang makan, setiap peserta didik wajib menjaga etika makan dan minum.
    9. Makanan dan minuman yang dibeli peserta didik dari luar lingkungan sekolah, seperti delivery order, tidak diperbolehkan disantap di dalam kamar, tetapi harus di ruang makan.
    10. Batas waktu pesan-antarmakanan delivery order adalah antara Senin, Kamis, dan Sabtu pukul 16.00 s/d 17.30 kecuali hari Minggu pukul 10.00 s.d 17.30 dan peserta didik wajib mengambil pesanannya di gerbang kantor sekolah.

 

Pasal 3

Perizinan

 

  1. Peserta didik diperbolehkan keluar lingkungan sekolah dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan setelah mendapat izin dari Guru Piket pada jam sekolah atau dari Kepala/Pembina Asrama pada jam asrama yang dibuktikan dengan surat izin resmi.
  2. Permohonan izin peserta didik meninggalkan asrama dimulai setelah KBM sekolah  Senin,  Kamis, dan Sabtu pukul 16.00 s.d. 17.30. Minggu perizinan harus diketahui pembina ekskul.
  3. Permohonan izin keluar lingkungan sekolah/asrama yang diberikan kepada peserta didik untuk tujuan:
    1. Kegiatan dan keperluan sekolah, seperti menjadi peserta/supporter perlombaan, pelatihan, atau sekolah agama bagi peserta didik non muslim, dan lain lain.
    2. Berobat ke dokter rumah sakit atau medical check up berdasarkan rekomendasi dokter sekolah.
    3. Urusan/keperluan peserta didik yang sangat mendesak dan penting yang hanya dapat dilakukan pada hari kerja, seperti mengurus pasport, keluarga meninggal dunia, dll.
    4. Membeli kebutuhan sehari-hari (sabun, shampo, pasta gigi, dan lain lain), print, fotokopi, dan lain sebagainya.
    5. Peserta didik wajib menyerahkan surat izin yang telah didapatkannya kepada petugas keamanan di pos gerbang depan sebelum keluar lingkungan sekolah.
    6. Apabila didapati peserta didik yang tidak bisa menunjukkan surat izin keluar lingkungan sekolah, maka petugas keamanan diberikan kewenangan untuk melarangnya dan menyuruhnya untuk meminta surat izin kepada pihak yang berwenang.
    7. Surat izin hanya akan diberikan pada waktu peserta didik sudah benar-benar akan keluar lingkungan sekolah.
    8. Peserta didik yang izin dan tidak dapat menyerahkan surat permohonan izin atau surat keterangan atau rekomendasi sebagaimana tersebut di atas, maka dianggap bolos dan akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
    9. Peserta didik yang terlambat kembali ke sekolah sesuai batas waktu yang telah ditentukan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan, maka akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
    10. Pihak yang berwenang memberi izin kepada peserta didik adalah: Guru Piket, Kepala/Pembina Asrama, dan Wakasek. Kesiswaan.
    11. Pihak yang berwenang sebagaimana dijelaskan pada ayat 9 berhak untuk menyetujui atau tidak menyetujui perizinan peserta didik.

 

Pasal 4

Kunjungan Orangtua

 

  1. Orangtua/keluarga peserta didik diperbolehkan berkunjung/menjenguk putra/putrinya dan selama kunjungan, orangtua/keluarga tidak diperbolehkan memasuki asrama, kecuali peserta didik dalam keadaan sakit.
  2. Pada saat melintasi pos gerbang depan, orangtua/keluarga peserta didik harus mengendarai kendaraannya dengan perlahan (maksimal 10 km/perjam) dan membuka kaca mobil atau kaca helm serta mematikan lampu besar pada malam hari. Jika tidak dilakukan, petugas keamanan wajib menegurnya.
  3. Orangtua/keluarga peserta didik (pada jam belajar) hanya diperbolehkan menemui putra/putrinya di ruang piala (gerbang kantor), kantin atau di lantai bawah gedung inspirasi (perpustakaan).
  4. Apabila orangtua/keluarga mengantarkan barang ringan dan/atau uang, maka barang dan/atau uang tersebut harus dititipkan kepada petugas keamanan di pos gerbang depan (uang dimasukkan ke dalam amplop tertutup dan ditulis untuk siapa beserta jumlah nominalnya). Selanjutnya titipan tersebut akan diserahkan kepada peserta didik yang bersangkutan oleh petugas keamanan melalui Kepala/Pembina Asrama.
  5. Apabila orangtua/keluarga mengantarkan barang berat, maka barang tersebut dibawa langsung ke asrama pada saat jadwal mengantar dan/atau menjemput peserta didik pulang.

 

Pasal 5

Liburan

 

  1. Jadwal pulang ke rumah dilaksanakan 2 (dua) minggu sekali.
  2. Jadwal libur sekolah tiap semester dan libur pada hari-hari tertentu diatur oleh Sekolah
  3. Pada saat libur sekolah/asrama, peserta didik wajib pulang dengan dijemput oleh orangtua masing-masing, (hari Sabtu paling lambat pukul 19.00) dan diantarkan kembali ke sekolah/asrama pada hari Minggu selambat-lambatnya pukul 21.00.
  4. Apabila orangtua peserta didik berhalangan menjemput, maka orangtua harus segera menginformasikannya melalui telepon kepada Kepala/Pembina Asrama dan memberitahukan siapa yang akan menjemput putra/putrinya.
  5. Apabila peserta didik tidak kembali ke sekolah/asrama setelah berlibur dengan alasan sakit, maka pada hari Senin atau saat kembali ke asrama orangtua wajib menyerahkan surat keterangan dari dokter kepada Kepala/Pembina Asrama.
  6. Peserta didik yang terlambat atau tidak kembali ke sekolah/asrama sesuai waktu yang telah ditentukan wajib lapor dan menjelaskan alasan keterlambatannya kepada Pembina Asrama dengan didampingi oleh orangtua/keluarganya. Apabila alasan keterlambatannya tidak dapat dipertanggungjawabkan dan/atau beralasan sakit yang tidak dapat menunjukkan surat keterangan dari dokter sebagaimana tersebut dalam ayat 5, maka peserta didik dianggap bolos dan akan dikenakan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku.

 

BAB VI

LARANGAN, PELANGGARAN, DAN SANKSI

 

Pasal 1

Larangan-larangan

 

Peserta didik di sekolah dilarang melakukan hal-hal sebagai berikut :

  1. Merokok, meminum minuman keras, mengedarkan dan mengkonsumsi narkoba di lingkungan sekolah.
  2. Berkelahi baik perorangan maupun kelompok di dalam atau di luar sekolah.
  3. Membuang sampah tidak pada tempatnya.
  4. Mencoret dinding, bangunan, pagar sekolah, perabot dan peralatan sekolah baik di dalam maupun luar sekolah.
  5. Bicara tidak sopan, mengumpat, bergunjing, menghina atau menyapa antarsesama peserta didik atau warga sekolah dengan kata sapaan yang tidak senonoh.
  6. Membawa senjata tajam, senjata api atau alat-alat yang membahayakan keselamatan orang lain.
  7. Membawa, menyimpan, membaca/menonton, mengedarkan, bacaan, gambar, sketsa, audio, video porno
  8. Membawa kartu/alat judi dan bermain judi.
  9. Membawa/mengendarai kendaraan bermotor roda dua atau roda empat dan menginapkannya di dalam lingkungan sekolah.
  10. Setiap peserta didik dilarang keras menjalin/melakukan hubungan asmara (berpacaran), baik dengan sesama atau lawan jenis, di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
  11. Setiap peserta didik dilarang keras melakukan perbuatan asusila dan/atau melanggar norma-norma kehidupan sosial dan beragama.
  12. Setiap peserta didik dilarang keras mengambil, menggunakan, meminta dan mencuri barang-barang milik peserta didik lain dengan kekerasan/paksaan.
  13. Setiap peserta didik dilarang menggunakan kata-kata kasar, kotor, cacian dan pornografi.
  14. Setiap peserta didik dilarang mengikuti (aktif/pasif) kegiatan politik praktis atau menjadi anggota perkumpulan/organisasi yang bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan negara.

 

Pasal 2

  1. 1.   Pelanggaran dan Sanksi terdiri atas pelanggaran ringan, sedang, berat dan sangat berat
  2. 2.   Sanksi
    1. a.   Ringan

Berupa teguran dari guru dan pembina asrama

  1. b.   Sedang

Pemberitahuan orangtua dan surat peringatan dari sekolah 

  1. c.   Berat

Pemanggilan orangtua dan skorsing

  1. d.   Sangat berat

Dikembalikan kepada orang tua (diberhentikan dari SMANU M.H. Thamrin sebagai peserta didik)

  

Tabel Pelanggaran

NO

PELANGGARAN

KATEGORI

SANKSI

 1

Tidak mengumpulkan kunci kamar, mematikan AC, lampu dan kran air pada saat berangkat sekolah atau pulang liburan

RINGAN

Ditegur dan diperingatkan.

2

Tidak membawa buku pelajaran pada jam pelajaran yang bersangkutan

RINGAN

Berupa teguran ditindak-lanjuti oleh guru yang bersangkutan

3

Peserta didik berada di kelas waktu istirahat

RINGAN

Ditegur dan diingatkan oleh guru piket

4

Memesan makanan delivery order di luar batas waktu yang telah ditentukan

RINGAN

Ditegur dan diperingatkan.

5

Tidak memakai atribut sekolah

  1. Badge
  2. Topi sekolah (saat upacara)
  3. Dasi sekolah (saat upacara)

RINGAN

Ditegur dan harus menggunakan atribut tersebut pada saat itu juga

6

Memakai aksesoris lainnya pada saat KBM

  1. Gelang/kalung/anting/rantai bagi peserta didik putra
  2. Kaos oblong/ baju luar non jaket
  3. Sepatu sandal
  4. Tas dengan corat-coret
  5. Topi (bukan topi sekolah)

RINGAN

  1. Ditegur dan diperi-ngatkan
  2. Barang-barang tersebut diambil dan tidak dikembalikan

7

Membawa barang-barang tanpa rekomendasi dari guru ke dalam kelas (saat KBM) :

  1. Kaset atau VCD atau DVD
  2. Gitar/ radio/mp3/ipod

RINGAN

Ditegur dan diperingatkan

8

Keluar dari lingkungan SMANU M.H.  Thamrin dengan menggunakan pakaian yang tidak semestinya, misal celana pendek/pakaian ketat/pakaian transparan.

RINGAN

Ditegur dan mengganti dengan pakaian yang sopan.

9

Tidak melaksanakan sholat Jum’at bagi muslim atau kebaktian bagi non muslim

SEDANG

Ditindaklanjuti oleh guru agama (berupa pembinaan) dan pemberitahuan kepada orang tua

10

Tidak memakai seragam sekolah

  1. Ikat pinggang tidak hitam
  2. Kaos kaki tidak putih
  3. Sepatu tidak hitam
  4. Pakaian seragam dicorat-coret
  5. Pakaian seragam dicoret/dijahit tidak sesuai ketentuan

SEDANG

Point a sampai dengan f

  1. Ditegur dan diperingat-kan
  2. Pemberitahuan kepada  orang tua

11

Bolos sekolah tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan

SEDANG

  1. Ditegur dan diperingat-kan
  2. Pemanggilan orang tua

12

Mengendarai kendaraan bermotor roda dua atau empat dan/atau menginapkannya di lingkungan sekolah

SEDANG

Diperingatkan dan orang tua diberi tahu/dipanggil

         

 

13

Rambut, kuku dan tato, tindik

  1. Rambut gondrong atau potongan tidak rapih atau dikuncir
  2. Kuku panjang atau dicat
  3. Anggota badan ditato

SEDANG

1. Ditegur/langsung dicu-kur

2. Langsung dihapus atau rambut dipotong

  1. Orang tua diberi tahu/ pemanggilan orang tua

14

Memalsukan surat izin

SEDANG

Diperingatkan dan orang tua diberi tahu/ pemanggil an orang tua

15

Membolos

SEDANG

Diperingatkan, orang tua diberi tahu/pemanggilan orang tua

16

Merusakkan/menghilangkan barang orang lain atau fasilitas sekolah

SEDANG

  1. Mengganti barang yang rusak
  2. Pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua

17

Terlambat kembali ke asrama dari waktu yang telah ditentukan setelah izin keluar asrama/pulang liburan tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan dan siswa yang pulang tidak dapat menunjukkan surat pengantar dari orang tua atau dokter

SEDANG

  1. Ditegur dan diperingat-kan.
  2. Pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua

18

Terlambat/tidak mengikuti sholat Shubuh, Maghrib, dan Isya secara berjamaah di masjid (bagi peserta didik muslim) atau kebaktian berjamaat (bagi non muslim)

SEDANG

  1. Ditegur dan diingatkan langsung untuk sholat/kebaktian.
  2. Pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua

19

Terlambat datang ke ruang belajar dan kegiatan lainnya atau tidak mengikuti (bolos)

SEDANG

  1. Pintu ditutup dan diberikan pembinaan khusus
  2. Pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua

20

Menyalahgunakan surat izin yang telah diberikan

SEDANG

  1. Ditegur dan diperingat-kan.
  2. Pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua.

21

Bermain game dan menonton film di HP/laptop/komputer/PS atau menggunakan alat permainan lainnya

SEDANG

  1. Ditegur dan barang tersebut disita selama 1 x 24 jam.
  2. Pemberitahuan /pemanggilan orang tua.

22

Keluar dari lingkungan SMANU M.H.  Thamrin tanpa izin

SEDANG

  1. Ditegur dan diperingat-kan.
  2. Pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua.

23

Menghilangkan kunci kamar atau ruangan asrama/gedung lainnya.

SEDANG

  1. Ditegur dan menggan-ti/membuat duplikat kunci ruangan tersebut.
  2. Pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua

24

Tidur di kamar orang lain (bukan di kamar sendiri).

SEDANG

  1. Dibangunkan dan pindah ke kamar sendiri.
  2. Pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua.

25

Pelanggaran merokok

 

SEDANG

  1. Ditegur dan diperingat-kan.
  2. Pemberitahuan/pemanggilan orang tua.

26

Bersikap atau berbicara kasar/tidak sopan terhadap guru/orang yang lebih tua/sesama peserta didik

SEDANG

Diperingatkan dan siswa agar meminta maaf kepada guru yang bersangkutan. dan pemberitahuan kepada orang tua

27

Membawa makanan cathering ke kamar/tidak mengembalikan peralatan makan ke dapur

SEDANG

Ditegur dan mengembali-kannya ke dapur dan pemberitahuan kepada orang tua/pemanggilan orang tua.

28

Mencoret-coret/mengotori tembok/ruangan/fasilitas sekolah.

SEDANG

  1. Menghapus dan membersihkannya.
  2. Pemberitahuan orangtua/pemanggilan orang tua.

29

Membuat duplikat kunci kamar atau ruangan asrama/gedung lainnya.

SEDANG

Ditegur dan kunci tersebut disita dan pemanggilan orang tua

30

Membuka situs internet di HP/laptop/

komputer yang mengandung unsur pornografi/pornoaksi atau situs lainnya yang tidak mengandung unsur pendidikan/pelajaran sekolah atau mengganggu proses belajar peserta didik

SEDANG

  1. Ditegur dan diperingat-kan
  2. Pemanggilan orang tua.

31

Peserta didik putra masuk asrama putri atau sebaliknya tanpa seizin dan didampingi Pembina Asrama

 

BERAT

Pemanggilan orang tua serta diskorsing

32

Memalsukan tanda tangan Kepala Sekolah/Guru-guru/karyawan/Pembina Asrama/warga SMANU M.H.  Thamrin lainnya termasuk memalsukan cap/stempel

 

BERAT

Pemanggilan orangtua

33

Mencuri dan berjudi

BERAT

Dipanggil orang tua dan skorsing

34

Berbuat keonaran atau melakukan perbuatan yang dapat mengakibatkan citra buruk sekolah, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.

BERAT

  1. Membuat pernyataan yang diketahui oleh orang tua, wali kelas, dan kepala sekolah
  2. Pemanaggilan orang tua

35

Bertindak rasis/berkelahi/melakukan bullying/

Pemukulan /pengeroyokan/ penganiayaan di dalam maupun di luar lingkungan sekolah

SANGAT BERAT

  1. Kedua belah pihak di hukum yang memulai berkelahi lebih dahulu mendapat hukuman lebih berat.
  2. Dikembalikan kepada orang tua

36

Membawa/menyimpan/mempergunakan atau mengedarkan:

  1. Narkoba dan minuman beralkohol
  2. Alat-alat lain yang tidak berkaitan dengan KBM seperti mainan, pemukul, dan senjata

 

SANGAT BERAT

Butir a sampai dengan e:

  1. Barang-barang tersebut disita dan tidak dikembalikan
  2. Memanggil orang tua yang bersangkutan
  3. Skorsing
  4. Dikeluarkan dari sekolah

Pada kondisi tertentu dapat diserahkan kepada pihak yang berwajib

Dikembalikan ke orang tua

37

Melakukan perbuatan asusila:

SANGAT BERAT

  1. Pemanggilan orangtua.
  2. Dikembalikan ke orangtua

 

Catatan :

Asusila diartikan penghinaan terhadap nilai seksual seseorang yang ada dalam tubuhnya. Hal ini dapat berupa ucapan, tulisan, tindakan yang dinilai mengganggu atau merendahkan martabat kewanitaan, seperti mencolek, meraba, dan mencium mendekap

 

Pasal 3

Pemberian Sanksi Khusus

 

  1. Setiap guru atau karyawan sekolah diberikan kewenangan untuk menegur dengan cara yang baik dan sopan kepada peserta didik yang melanggar tata tertib ini, kemudian melaporkannya kepada pihak sekolah yang berwenang untuk selanjutnya diberikan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku.
  2. Dalam hal perizinan, apabila didapati peserta didik yang hendak keluar lingkungan sekolah dan tidak dapat menunjukkan surat izin resmi, atau peserta didik terlambat kembali ke sekolah setelah izin keluar atau setelah jadwal pulang/liburan, maka setiap personal petugas keamanan sekolah diberikan kewenangan untuk menegur peserta didik yang bersangkutan dengan cara yang baik dan sopan kemudian melaporkannya kepada pihak sekolah yang berwenang untuk selanjutnya diberikan sangsi sesuai ketentuan yang berlaku.
  3. Pihak-pihak yang berwenang memberikan sangsi adalah Kepala Sekolah, Wakasek. Kesiswaan, Kepala dan Pembina Asrama, guru piket dan guru mata pelajaran yang bersangkutan.
  4. Dalam hal pelanggaran yang berkaitan dengan keasramaan dan/atau dilakukan pada jam asrama, diberikan tahapan sangsi sebagai berikut:
    1. Teguran dan peringatan ringan (sangsi bersifat olahraga)
    2. Teguran dan peringatan keras (sanksi bersifat penugasan)
    3. Pemanggilan orangtua
    4. Skorsing
    5. Dikembalikan kepada orangtua.

 

BAB VII

PENUTUP

 

  1. Tata tertib ini berlaku sejak tanggal ditetapkan.
  2. Segala catatan pelanggaran tata tertib akan digunakan sebagai pertimbangan kenaikan kelas dan kelulusan.
  3. Segala sesuatu yang belum ditentukan atau diatur dalam tata tertib ini akan ditentukan kemudian dalam rapat dewan guru.

 

 

Ditetapkan di Jakarta

Pada tanggal 17 Juli 2014

Kepala SMA Negeri Unggulan

Mohammad Husni Thamrin Jakarta,

  

 

 

HJ. WIEKE SALEHANI, M.Pd

NIP.195512051979032002

 

Top
  • Follows us our servcies